Effect of solvent temperature and dissolving time on the amount of yield from moringa (Moringa oleifera) leaf extractions

Pengaruh suhu pelarut dan waktu pelarutan terhadap jumlah rendemen dari hasil ekstraksi daun kelor (Moringa oleifera)

Authors

  • Wulan Anggestia Bagian Biomedik, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang, Indonesia
  • Natasya Shenia Utami Mahasiswa, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang, Indonesia
  • Netta Anggraini Bagian Periodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang, Indonesia

Keywords:

Moringa oleifera, rendemen, ekstraksi, suhu, waktu maserasi

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yang berhubungan dengan antibakteri, yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin. Senyawa metabolit sekunder tersebut dapat terekstraksi dengan maksimal dengan pemilihan metode ekstraksi, pelarut yang digunakan dan optimasi suhu pelarut dan waktu pelarutan ketika melakukan ekstraksi agar diperoleh hasil rendemen ekstrak yang baik. Penelitian eksperimental laboratorium dengan ekstraksi metode maserasi untuk melihat pengaruh suhu dan waktu pelarutan terhadap hasil ekstraksi daun kelor. Diperoleh variasi suhu adalah T1= 30±2°C, T2=40±2°C, T3=50±2°C dan variasi waktu adalah t1=36 jam, t2= 48 jam, t3=60 jam yang terdiri atas 3 tingkatan dengan tiga kali pengulangan sehingga diperoleh 27 sampel. Rendemen ekstrak daun kelor dihitung berdasarkan berat sampel setelah proses ekstraksi terhadap berat serbuk awal sampel. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rendemen yang tinggi diperoleh dari perlakuan ekstraksi pada suhu T2=40±2°C selama t3=60 jam sebesar 4,93%. Disimpulkan bahwa suhu pelarut dan waktu pelarutan berpengaruh terhadap jumlah rendemen yang dihasilkan, rendemen ekstrak dapat meningkat diikuti dengan suhu yang tinggi dan waktu ekstraksi yang semakin lama hingga mencapai batas optimal.

Downloads

Published

2023-12-01