Prevalence of impacted third molar during covid-19 pandemic at Hasanuddin University Dental Hospital
Prevalensi impaksi molar ketiga di masa pandemi Covid-19 di RSGMP Universitas Hasanuddin
Keywords:
impaksi, gigi molar ketiga, pandemi Covid-19Abstract
Pandemi Covid-19 telah membatasi perawatan kesehatan gigi dan mulut hanya pada tindakan darurat saja, termasuk rasa sakit akibat impaksi gigi molar ketiga. Penelitian ini mengevaluasi prevalensi impaksi molar ketiga di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Hasanuddin selama pandemi Covid-19 tahun 2020. Studi cross-sectional retrospektif dilakukan pada pasien berusia 17 tahun ke atas yang datang ke RSGMP Unhas pada tahun 2020 dan menjalani pemeriksaan radiografi, dan dikelompokkan sebagai impaksi dan non-impaksi. Data dianalisis dan diuji chi square untuk menilai hubungan antara impaksi molar ketiga dengan jenis kelamin dan usia dengan tingkat signifikansi p<0,05. Diperoleh 2.392 sampel, diantaranya 60,1% adalah perempuan. Jumlah sampel yang mengalami impaksi molar ketiga adalah 30,4% dan kelompok usia terbanyak adalah 21-30 tahun (35,6%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara impaksi molar ketiga dan jenis kelamin, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara impaksi molar ketiga dan usia. Insiden impaksi menurun seiring bertambahnya usia. Disimpulkan bahwa prevalensi impaksi molar ketiga yang membutuhkan perawatan selama pandemi Covid-19 di RSGMP Unhas tahun 2020 sebesar 30,4% yang didominasi oleh pasien perempuan berusia 21-30 tahun.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Makassar Dental Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.