Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome

Tinjauan tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengenai sindrom mulut terbakar

Authors

  • Nur Asmi Usman Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Salsa Febrianti Student of Bachelor Department of Dental Medicine Faculty of Dentistry, Hasanuddin University Makassar, Indonesia
  • Anggun Mauliana Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Erni Marlina Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Israyani Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Harlina Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Ali Yusran Department of Oral Medicine, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University

Keywords:

Burning mouth syndrome (BMS), Tingkat Pengetahuan, Mahasiswa Profesi

Abstract

Burning mouth syndrome (BMS), atau glossopyrosis, adalah kondisi sensasi rasa terbakar atau nyeri pada beberapa daerah di rongga mulut, khususnya lidah, tanpa perubahan pada permukaan jaringan mulut. Data menunjukkan penderita BMS tidak ditangani dengan baik sehingga perlu ditekankan pentingnya upaya pendidikan untuk edukasi klinis tentang BMS kepada praktisi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terkait BMS. Penelitian deskriptif analitik desain cross sectional menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yaitu 74,2% responden menunjukkan pengetahuan yang baik tentang BMS menunjukkan motivasi belajar setelah menyelesaikan Clinical Readiness Program. Disimpulkan bahwa mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan tentang BMS dengan baik namun penelitian lebih lanjut diperlukan terutama pada mahasiwa FKG tingkat dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang BMS.

Downloads

Published

2025-12-01