Hubungan faktor lokal, faktor sistemik dan faktor perilaku terhadap kejadian penyakit periodontal di Indonesia (Analisis Riskesdas)

Relation of local factors, systemic factors and behavioral factors to the incidence of periodontal disease in Indonesia (Riskesdas Analysis)

  • Leny Sang Surya
  • Sutiawan .
  • Besral .
Keywords: penyakit periodontal, faktor lokal, faktor sistemik, faktor perilaku

Abstract

Secara universal prevalensi penyakit periodontal di dunia pada tahun 2005 sebesar 5-20%. Prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 42,8% (1995), 70% (2001), 96,58% (2004), hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki prevalensi penyakit periodontal lebih dari 15% (2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lokal, faktor sistemik dan faktor perilaku terhadap kejadian penyakit periodontal di Indonesia tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Uji statistik yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Hasil penelitian menujukkan prevalensi penyakit periodontal di Indonesia sebesar 9,77%. Faktor lokal yang berhubungan dengan penyakit periodontal, yaitu calculus, missing dan crowded. Faktor sistemik yang berhubungan dengan penyakit periodontal yaitu diabetes melitus, stres dan IMT. Faktor perilaku yang berhubungan dengan penyakit periodontal yaitu perilaku menyikat gigi dan perilaku merokok. Disarankan untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan melakukan sikat gigi minimal dua kali sehari, segera mengganti gigi yang hilang dengan menggunakan gigi tiruan, memperbaiki susunan gigi yang berjejal di dalam lengkung rahang, menghindari rokok, menjaga pola makan dan aktivitas fisik untuk menghindari terjadinya obesitas dan penyakit diabetes melitus, serta periksa gigi minimal setiap enam bulan sekali.
Kata Kunci: penyakit periodontal, faktor lokal, faktor sistemik, faktor perilaku

Published
2019-08-06