Penanganan dentin hipersensitif

(Management of dentin hypersensitive)

  • Indrya Kirana Mattulada
Keywords: dentin hipersensitif, rasa ngilu, desensitisasi

Abstract

Dentin hipersensitif merupakan masalah yang umum ditemui sehari-hari, dapat ditemui baik pada laki-laki maupun perempuan utamanya yang sudah beranjak lanjut usia. Ketidaknyamanan atau rasa ngilu yang yang dialami pada kasus dentin hipersensitif terjadi karena adanya permukaan yang tidak terlindungi oleh email di mahkota atau sementum di daerah akar gigi. Ciri khas dentin hipersensitif adalah rasa sakit yang diderita bersifat akut, tajam tapi singkat pada dentin yang tidak terlindung email. Rasa ngilu dapat pula disebabkan karena adanya kebocoran tepi pada restorasi yang cacat, sindroma gigi retak dan kelainan. Untuk itu perlu pemeriksaan yang cermat agar diperoleh diagnosis yang tepat sehingga perawatan juga tepat. Berbagai usaha dan bahan yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut. Prinsip dalam mengatasi keluhan ini adalah mengatur aktivitas nervus intradentalis atau menutup tubulus dentinalis. Pada kasus dentin hipersensitif karena ada lesi kavitas, baik yang disebabkan oleh karies atau non karies; perlu dilakukan restorasi. Bila keluhan tersebut tanpa kavitas, dapat diatasi dengan penggunaan agen desensitisasi, misalnya larutan sodium fluoride dengan bantuan alat khusus, pasta gigi yang mengandung fluor, kalsium fosfosilikat. Tujuan penulisan ini untuk menginformasikan mengenai etiologi, mekanisme penjalaran rangsang dan tatakelola kasus dentin hipersensitif.

Published
2018-10-30