Mengatasi akibat pemakaian gigitiruan lama dengan pencetakan teknik windowing
Abstract
Pembuatan gigitiruan penuh pada pasien dengan mukosa flabby menjadi tantangan tersendiri. Bila kurang tepat mereproduksi mukosa pendukung yang flabby ini, maka akan menyebabkan ketidakstabilan pada gigitiruan penuhnya. Cara mengatasi adanya mukosa flabby ini, beberapa literatur membagi dalam tiga cara, yaitu non bedah, bedah dan gigitiruan dukungan implan. Perawatan secara non bedah merupakan alternatif pertama. Pemasangan implan bukan tanpa risiko, perlu dipertimbangkan berkurangnya volume tulang alveolar. Cara bedah merupakan pilihan terakhir bila cara non bedah tidak dapat mengatasinya. Dilaporkan seorang wanita berumur 59 tahun datang ke klinik Prostodonsia dengan keluhan utama gigitiruan penuh atas longgar. Pemeriksaan intraoral terlihat mukosa yang flabby pada anterior atas yang meluas dari regio kaninus ke kaninus. Pada laporan kasus ini akan dijelaskan salah satu cara non bedah yaitu dengan memodifikasi teknik pencetakan. Teknik ini menggunakan sendok cetak perorangan yang dibuatkan window di daerah flabby. Daerah pendukung non-flabby dicetak dengan bahan zinc oxide eugenol, kemudian daerah flabby dicetak dengan bahan cetak polyvynil siloxane yang sering tersedia dalam praktek kedokteran gigi. Hasil yang diperoleh adalah teknik ini menyebabkan distorsi seminimal mungkin pada jaringan flabby, sehingga didapatkan model kerja yang baik untuk menghasilkan gigitiruan penuh dengan kestabilan optimal.
Copyright (c) 2014 Makassar Dental Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.