Aplikasi postur yang ergonomi pada dokter gigi selama perawatan klinis di kota Makassar

  • Sarwo Edy
  • Rasmidar Samad
Keywords: dokter gigi, postur ergonomi, perawatan klinis

Abstract

Ergonomi adalah upaya menciptakan sistem kerja yang lebih sehat, aman dan nyaman. Dokter gigi harus memahami tujuan mempelajari ergonomi di tempat praktik untuk menghindari risiko bahaya kerja. Postur tubuh yang ergonomi merupakan hal yang paling sering dihubungkan dengan faktor risiko bahaya kerja. Ada suatu zona pergerakan netral untuk pergerakan yang tidak memerlukan kekuatan otot yang berlebih atau menyebabkan ketidaknyamanan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Dari populasi dokter gigi umum yang terdaftar sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Kota Makassar sebanyak 258 orang, didapatkan sampel sebanyak 100 orang, sesuai Gay dan Diehl dengan antisipasi drop out 20%. Pada penelitian ini didapatkan postur tubuh ergonomi yang paling sering diabaikan oleh respoden adalah memposisikan kaki dan punggung, sebanyak 27 respoden (27%). Penempatan pedal drive yang berdekatan dengan kaki merupakan postur tubuh ergonomi yang paling jarang diabaikan, sebanyak 9 responden (9%). Terlihat bahwa reponden dengan klasifikasi baik merupakan yang paling tinggi sebanyak 73 respoden (73%), serta klasifikasi sangat baik sebanyak 24 respoden (24%) dan klasifikasi cukup sebanyak 3 respoden (3%). Disimpulkan bahwa dokter gigi di Kota Makassar harus memperhatikan postur tubuhnya agar lebihergonomi saat melakukan perawatan agar terhindar dari bahaya kerja.

Published
2018-10-06