Penyerapan air dan kelarutan resin komposit mikrohibrid dan nanohibrid
Abstract
Salah satu sifat penting tambalan resin komposit adalah penyerapan air dan kelarutan yang mempunyai pengaruh terhadap kekuatan, daya tahan terhadap abrasi, volume, dan stabilitas warnanya. Dilaporkan bahwa karakteristik filler resin komposit dapat mempengaruhi tingkat keausan, kekasaran permukaan, keestetisan, penyerapan air, dan kelarutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penyerapan air dan kelarutan resin komposit dengan ukuran partikel yang berbeda, yaitu mikrohibrid dan nanohibrid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Total 40 sampel berupa resin komposit mikrohibrid (n = 20) dan nanohibrid (n = 20) berbentuk tablet dengan diameter 15 mm dan ketebalan 1,5 mm. Penyinaran sampel dilakukan selama 20 detik pada empat titik permukaan sampel. Prosedur perlakuan dan penghitungan nilai penyerapan air dan kelarutan tiap sampel dilakukan sesuai petunjuk ISO 4049. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-independen (p<0,05) untuk nilai penyerapan air dan uji Mann-Whitney (p<0,05) untuk kelarutan. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata penyerapan air dan kelarutan pada resin komposit mikrohibrid yaitu 23,917 ± 2,436 µg/mm 3 dan 5,899±6,159 µg/mm 3 . Sementara pada resin komposit nanohibrid yaitu 25,522 ± 1,802 µg/mm 3 dan 8,311±6,331 µg/mm 3 . Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nilai penyerapan air dan kelarutan yang bermakna (p<0,05) dari kedua kelompok tersebut. Dapat disimpulkan bahwa penyerapan air dan kelarutan resin komposit mikrohibrid lebih sedikit dibandingkan resin komposit nanohibrid.
Copyright (c) 2013 Makassar Dental Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.