Pengaruh stres, depresi, dan kecemasan terhadap volume saliva pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

  • Judith Amelia Fransisca Polimpung
  • Rini Pratiwi
Keywords: stres, depresi, kecemasan, volume saliva

Abstract

Saliva perlu dihasilkan dalam rongga mulut dalam jumlah yang cukup agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi sekresi saliva di dalam mulut yaitu kondisi emosional. Sekolah kedokteran gigi diketahui sebagai lingkungan pembelajaran yang meminta tuntutan yang tinggi dan penuh dengan tekanan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres, depresi, dan kecemasan terhadap volume saliva pada mahasiswa preklinik fakultas kedokteran gigi Universitas Hasanuddin. Stres, depresi, dan kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner depression anxiety stress scale (DASS) yang terdiri dari 42 pertanyaan. Saliva diukur dengan menggunakan stopwatch dan tabung ukur. Sampel pada penelitian ini sejumlah 99 orang, diperoleh dengan menggunakan metode proportional random sampling. Nilai rata-rata yang diperoleh melalui akumulasi dari jawaban kuesioner DASS untuk stres 13,41, untuk depresi 6,16, dan untuk kecemasan 9,56, sedangkan nilai rata-rata saliva diperoleh sebesar 2,34 ml. Tingkat stres dan depresi pada mahasiswa preklinik kedokteran gigi Universitas Hasanuddin tergolong normal, hanya tingkat kecemasannya saja yang di atas normal, namun masih dalam tahap kecemasan ringan. Berdasarkan penelitian ini diketahui pula pengaruh penurunan volume saliva yang signifikan karena stres, depresi, dan kecemasan.

Published
2018-09-23