Perbandingan efek antibakteri ekstrak propolis, formokresol dan kalsium hidroksida terhadap bakteri pada abses periapikal gigi molar sulung
Abstract
Propolis dipercaya memiliki efek anti-bakteri, anti-inflamasi dan anti-fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek antibakteri ekstrak propolis dan dua medikamen intrakanal (formokresol dan kalsium hidroksida) terhadap bakteri yang diisolasi dari gigi molar sulung yang mengalami abses periapikal. Efek antibakteri ekstrak propolis, formokresol dan kalsium hidroksida diukur menggunakan metode pengenceran dan difusi agar. Uji statistik ANOVA digunakan untuk membandingkan perbedaan efek-antibakteri masing-masing bahan. Hasil diperoleh adalah efek antibakteri ekstrak propolis lebih tinggi dibanding kalsium hidroksida namun lebih rendah dibandingkan formokresol. Berdasarkan jenis bahan, secara statistik perbedaan antara ekstrak propolis dan formokresol menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05) namun tidak signifikan antara propolis dan kalsium hidroksida (p>0,05). Secara statistik, perbedaan antara jenis bahan berdasarkan konsentrasi hambat minimum (ekstrak propolis dan formokresol 0,2%, kalsium hidroksida 2%) tidak signifikan (p>0,05) dan berdasarkan konsentrasi yang paling efektif (ekstrak propolis dan kalsium hidroksida 4,1%, formokresol 8,3%) memperlihatkan hasil yang signifikan (p<0.05). Sehingga disimpulkan bahwa propolis dapat digunakan sebagai medikamen intrakanal alternatif yang baru yang bersifat alamiah.
Copyright (c) 2013 Makassar Dental Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.