Makassar Dental Journal
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ
Makassar Dental Journal PDGI Makassaren-USMakassar Dental Journal2089-8134Content of Volume 14 Issue 3 December 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/710
<p>Content of Volume 14 Issue 3 December 2025</p>Makassar Dental Journal
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143Comparison of pulp necrosis and root gangrene cases at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre in Tabanan
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/711
<p class="p1">Karies gigi yang tidak dirawat dapat berkembang menjadi nekrosis pulpa dan selanjutnya menjadi gangren radiks; keduanya berpotensi menimbulkan infeksi jika dibiarkan. Penelitian ini membandingkan prevalensi kunjungan kasus nekrosis pulpa dan gangren radiks berdasarkan jenis kelamin dan usia di UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan selama Januari<span class="s4">-</span>Maret 2025. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik <em>purposive</em> <em>sampling</em> pada data sekunder sistem <em>e-puskesmas</em>. Tampak prevalensi gangren radiks (7,2%) lebih tinggi dibandingkan nekrosis pulpa (5,9%). Kunjungan pasien perempuan lebih dominan pada kedua kasus, 52,7% pada nekrosis pulpa dan 56,5% pada gangren radiks. Kelompok usia 20-44 tahun menjadi usia terbanyak pada nekrosis pulpa (42,1%), sedangkan gangren radiks paling banyak terjadi pada usia 45-59 tahun (34,8%). Hal ini menunjukkan keterlambatan perawatan gigi yang berdampak pada progresivitas penyakit. Faktor perilaku dan tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian. Disimpulkan bahwa peningkatan komunikasi<span class="s4">,</span> informasi<span class="s4">,</span> dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut diperlukan terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan primer<span class="s4">.</span></p>Kadek Adisty Maharani PutriNi Putu IdaryatiNi Luh Putu Ariani
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143313316Morphological description of tooth surfaces after application of casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate paste
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/712
<p class="p1">Penggunaan bahan <em>bleaching</em> hidrogen peroksida dapat mengganggu permeabilitas jaringan sehingga menyebabkan lesi, karena proses demineralisasi yang disebabkan bahan <em>bleaching</em> yang bersifat asam sehingga dibutuhkan bahan untuk remineralisasi gigi. <em>Casein phophopeptideamorphus calcium phosphate</em> (CPP-ACP) merupakan bahan yang telah banyak digunakan di bidang kedokteran gigi preventif dan terbukti memberikan perlindungan terhadap asam. Artikel ini memberi gambaran morfologi permukaan gigi yang telah diaplikasi pasta CPP-ACP. Penelitian experimental laboratoris dengan desain <em>pre and post-test with </em><em>control group</em>. Sebanyak 10 sampel dibagi rata menjadi dua kelompok, kontrol dan perlakuan. Sampel kontrol direndam dalam saliva buatan selama 24 jam kemudian dicuci dengan akuades. Sampel perlakuan diaplikasikan hidrogen peroksida 35% selama 2 jam, kemudian dibersihkan dengan akuades lalu diamati dengan SEM, selanjutnya diaplikasikan pasta CPP-ACP setiap 8 jam selama 14 hari berturut-turut kemudian diamati dengan SEM. Pasta CPP-ACP terbukti dapat membantu dalam menghambat demineralisasi dan meningkatkan proses remineralisasi gigi. Disimpulkan bahwa gigi yang telah diaplikasi pasta CPP-ACP tampak halus dengan sedikit goresan yang dangkal dan terdapat porositas di sekitarnya dengan ukuran pori yang tampak kecil.</p>Annisa Rahma SaidAsmawati AminBahruddin TalibAlqarama Mahardhika Thalib
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143317319Effectiveness of Alue vera (Aloe barbadensis Miller) extract on the growth of Porphyromonas gingivalis
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/713
<p class="p1">Penggunaan antibiotik dalam pengobatan periodontitis sering menyebabkan resistensi<span class="s3">,</span> sehingga diperlukan bahan alternatif dari alam. Aloe vera (<em>Aloe</em> <em>barbadensis</em> <em>Miller</em>) mengandung senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, tanin, dan antrakuinon yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini menguji efektivitas ekstrak aloe vera terhadap pertumbuhan <em>Porphyromonas gingivalis </em>dengan mengukur zona inhibisi, konsentrasi hambat minimum (KHM), dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM). Penelitian eksperimen laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram untuk menguji zona inhibisi, dan metode pengenceran untuk menentukan KHM dan KBM dengan konsentrasi ekstrak adalah 3,12%, 6,25%, 12,50%, 25%, 50%, dan 100%, dengan kontrol positif metronidazole dan kontrol negatif etanol 96%. Ekstrak aloe vera efektif menghambat pertumbuhan <em>P.gingivalis</em>. Diameter zona hambatan terbesar ditemukan pada konsentrasi 100% (27,16 mm), sedangkan konsentrasi terendah 3,12% (8,8 mm). Nilai KHM ditemukan pada konsentrasi 3,12%, dan nilai pada konsentrasi 12,50%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak aloevera, semakin besar daya penghambatan, bahkan pada konsentrasi 50% dan 100%, efektivitasnya lebih tinggi daripada metronidazole. Disimpulkan bahwa ekstrak aloe vera memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap <em>P.gingivalis</em> dan dapat menjadi alternatif dalam pengobatan penyakit periodontal.</p>Netta AnggrainiSyakira Awlia SyahWulan Anggestia
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143320323Prevalence of persistent primary teeth at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from period January 2024 to March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/714
<p class="p1">Masalah kesehatan gigi dapat terjadi pada semua kelompok usia, terutama anak, penting untuk diperhatikan. Masalah gigi yang banyak terjadi pada anak selain karies adalah persistensi gigi sulung. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, pada bulan Januari-Maret 2025. Penelitian ini dilakukan secara observasi dengan metode <em>cross-sectio</em><em>nal</em>. Data kunjungan penderita kasus persistensi gigi sulung di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I sebanyak 359 pasien. Disimpulkan bahwa tingginya kasus persitensi di UPTD dapat disebabkan oleh ku-rangnya pengetahuan pada orang tua.</p>Ni Made Molin I Wayan Agus Wirya PratamaNi Wayan Adi KusumadewiI Gede Pandu Palguna
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143324325The level of dentist’s knowledge regarding the role of radiology in the field of forensic odontology in Makassar
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/715
<p class="p1">Seorang dokter gigi umum dapat dimintai bantuan untuk menyelidiki suatu kejadian dan bencana melalui identifikasi gigi dalam odontologi forensik. Metode radiografi sering digunakan karena metode ini relatif mudah dan lebih ekonomis. Artikel ini mengeksplorasi gambaran pengetahuan dokter gigi umum di Makassar mengenai peranan radiologi pada odontologi forensik. Melalui penelitian observasi deskriptif dengan desain <em>cross</em> <em>sectional</em>, dikumpulkan data dari 50 responden dokter gigi umum yang praktik di Makassar. Kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan dokter gigi umum, yang terdiri atas 20 pertanyaan tertutup<span class="s3">;</span> skor 1 diberikan untuk jawaban benar, skor 0 diberikan untuk jawaban yang salah. Penghitungan data dari jawaban responden dibagi menjadi tiga kategori pengetahuan; 50% responden memiliki pengetahuan baik, 46% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 4% responden memiliki pengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa 50% dokter gigi umum di Makassar memiliki pengetahuan baik mengenai peranan dokter gigi umum dalam bidang odontologi forensik.</p>Muliaty YAndi Amirrah Kalsum
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143326328Incidence rate of third molar impaction cases during a two-quarter period in patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre in Tabanan
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/716
<p class="p1">Impaksi molar ketiga merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas. Artikel ini melaporkan angka insiden kasus impaksi molar ketiga berdasarkan usia dan jenis kelamin selama periode dua triwulan pada pasien di poli gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian deskriptif ini mengambil data sekunder dari sistem <em>E-Puskesmas</em>. Total pengunjung poliklinik gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan selama periode tersebut adalah 985 orang, dan jumlah kasus impaksi sebanyak 32 orang, menghasilkan prevalensi sebesar 3,24%. Berdasarkan jenis kelamin, kasus impaksi lebih banyak terjadi pada perempuan (59,3%) dibandingkan laki-laki. Sementara berdasarkan usia, kelompok usia 20-44 tahun merupakan kelompok prevalensi terbanyak (81,25%). Disimpulkan bahwa usia dewasa muda dan perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami impaksi molar ketiga.</p>Dewa Indra KusumaNi Putu IdaryatiNi Luh Putu Ariani
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143329331Effectiveness of disinfecting K-file contaminated with Staphylococcus aureus using alcohol, chlorhexidine, and sodium hypochlorite in different concentrations and durations
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/717
<p class="p1">Penelitian ini mengevaluasi efektivitas alat K-file yang terkontaminasi <em>Staphylococcus aureus</em> dan perendaman dalam alkohol, klorheksidin, dan natrium hipoklorit melalui penghitungan CFU. Identifikasi bakteri melalui pewarnaan Gram dan proses pengenenceran untuk mendapatkan 300 CFU awal, kemudian proses kontaminasi bakteri dilakukan pada K-file. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok dan diulang beberapa kali dalam seri waktu. Untuk alkohol dikelompokkan menjadi konsentrasi 70% dan 96%. Untuk klorheksidin dan natrium hipoklorit, masing<span class="s3">-</span>masing konsentrasi dibagi menjadi 3 kelompok, kemudian penghitungan CFU dilakukan secara manual. Hasil CFU setelah perendaman dalam alkohol 70% selama 5, 10, dan 15 menit adalah 28 CFU, 5 CFU, dan 0 CFU; alkohol 96% adalah 5 CFU, 1 CFU, dan 0 CFU; klorheksidin 0,5%, 1%, dan 2% selama 5 menit dan 10 menit adalah 0 CFU; natrium hipoklorit 0,25% 3 CFU, selama 10 menit 1 CFU; natrium hipoklorit 0,5% dan 1% selama 5 menit dan 10 menit adalah 0 CFU. Disimpulkan bahwa efektivitas antibakteri alkohol dan natrium hipoklorit terhadap <em>S.Aureus</em> meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi desinfektan dan waktu perendaman K-file, sementara klorheksidin efektif membunuh <em>S.Aureus </em>pada konsentrasi 0,5%. Semua disinfektan efektif untuk desinfeksi K-file.</p>Maria TanumiharjaKhaerunnisa HasanSartikaMuh. Ibra Ikhza Gunawan
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143332335Prevalence of pulp gangrene cases in dental clinic of Kerambitan II, Tabanan Community Health Center period October 2024-March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/718
<p class="p1">Jaringan pulpa sangat rentan terhadap kerusakan akibat invasi organisme mikro, trauma fisik, kimiawi, atau suhu. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi gangren pulpa berdasarkan waktu kunjungan, jenis kelamin, dan usia pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kerambitan II, Tabanan, Bali, pada periode Oktober 2024<span class="s5">-</span>Maret 2025, menggunakan metode observasi dan pendekatan cross<span class="s5">-</span>sectional. Jumlah total kunjungan pasien selama periode tersebut adalah 892; 89 pasien terdiagnosis gangren pulpa (60,49%). Kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret 2025 (15,1%). Mayoritas pasien adalah perempuan (57,31%) dan kelompok usia 19-34 tahun mendominasi (22,82%). Disimpulkan bahwa tingginya prevalensi gangren pulpa pada perempuan dan kelompok usia produktif, sehingga diperlukan perawatan <em>pulp capping</em> dan perawatan saluran akar pada penderita gangren pulpa.</p>Sang Ayu Putu Tata Aditya PramestiI Wayan Agus Wirya Pratama
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143336337Comparison of dental caries cases in paediatric and adult patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre, Tabanan
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/719
<p class="p1">Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam menciptakan pola hidup sehat. Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit di rongga mulut yang paling banyak yaitu 60-90% anak sekolah dan hampir 100% orang dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kasus karies gigi yang terjadi pada pasien anak dan dewasa di poli gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian kuantitatif dengan desain observasi deskriptif, dilakukan secara <em>purposive sampling </em>pada pasien anak usia 6-11 tahun, dan dewasa bersia 26-45 tahun yang mengalami karies di Poli Gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Hasil penelitian ini yaitu kunjungan pasien karies pada bulan Januari hingga Maret 2025 sebanyak 22 pasien. Kelompok karies berdasarkan usia tertinggi terjadi pada usia dewasa (82,4%), menurut jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 12 orang (54,5%). Disimpulkan bahwa perlu dilakukan penyuluhan terhadap cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara mencegah, dampak, dan perawatan yang tepat untuk karies sehingga dapat menurunkan angka kejadian karies baik pada anak maupun orang dewasa.</p>Ni Made Yunita Maharani DewiNi Putu IdaryatiNi Luh Putu Ariani
Copyright (c) 0 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143338340Profile of periodontal disease associated by diabetes mellitus, hypertension, asthma in RSGMP Hasanuddin University year 2023-2024
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/720
<p class="p1">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit periodontal pada penderita diabetes melitus, hipertensi, dan asma di RSGMP Universitas Hasanuddin tahun 2023<span class="s2">-</span>2024. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan <em>cross</em><span class="s2"><em>-</em></span><em>sectional</em> <em>study </em>dilakukan pada pasien penyakit periodontal yang menderita DM, hipertensi, dan asma. Hasil penelitian ditemukan 2048 pasien penyakit periodontal; perempuan sebanyak 54,78%. Distribusi frekuensi penyakit periodontal disertai DM, jenis kelamin laki-laki sebanyak 8 (5%) pasien dan perempuan 8 (5%) pasien, untuk distribusi hipertensi pada pasien jenis kelamin perempuan ditemukan sebanyak 17 orang (47,22%) sedangkan pada pasien laki-laki ditemukan sebanyak 19 orang (52,77%). Pasien asma, jenis kelamin laki-laki sebanyak 1 pasien (0,25%) dan perempuan 3 pasien (0,75%). Disimpulkan bahwa distribusi frekuensi penyakit periodontal disertai DM dan hipertensi paling sering ditemukan periodontitis kronis. Dan untuk pasien asma penyakit periodontal yang ditemukan periodontitis kronis, <em>gingival enlargment</em>, pulpitis ireversibel dan abses apikalis.</p>Atikah Dhiya RamadhaniDzaky Sabrina DjulianraSyeck Jabal NurAsdar GaniMardiana AdamHasanuddinSri OktawatiArni Irawaty DjaisSupiaty
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143341343The effect of using swamp water for daily needs on the saliva pH of non-smoking male farmers in Senajam Village, West Kalimantan Province
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/721
<p class="p1">Dengan pH yang seimbang, saliva melindungi permukaan gigi dari kerusakan, menghambat perkembangan bakteri patogen, serta mendukung proses remineralisasi alami pada email gigi. Kualitas air yang digunakan sehari-hari memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Berbagai jenis air memiliki karakteristik unik, termasuk pH atau tingkat keasamannya, yang dapat berdampak pada kesehatan mulut dan jaringan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi pH saliva pada individu non-perokok, khususnya pada komunitas petani laki-laki di Dusun Senajam yang menggunakan air rawa sebagai kebutuhan keseharian sehingga mengungkap pengaruh antara kebiasaan penggunaan air rawa yang berkonsentrasi asam terhadap kondisi kesehatan rongga mulut. Hasil menunjukkan 58% peserta penelitian menunjukkan nilai asam, 10,5% menunjukkan nilai basa dan 31,5% menunjukkan nilai normal. Disimpulkan bahwa penggunaan air rawa yang bersifat asam dalam jangka panjang berkontribusi pada penurunan pH saliva.</p>Raziv GaneshaI Gusti Ngurah Putra DermawanIntan Kemala DewiAgustina Ursula Dayuta
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143344346The consequences of external factors of smoking behaviour on the risk of dental caries among teenage smokers and non-smokers at SMKN 2 Padang
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/722
<p class="p1">Perilaku merokok pada remaja telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, khususnya dalam meningkatkan risiko karies gigi. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan prevalensi tinggi karies gigi di SMKN 2 Padang. Artikel ini melaporkan hasil penelitian mengenai konsekuensi faktor eksternal perilaku merokok terhadap risiko karies gigi antara remaja perokok dan non perokok di SMKN 2 Padang. Penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>cross-sec</em><em>tional</em> diikuti 68 siswa kelas XI di SMKN 2 Padang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan rongga mulut menggunakan indeks DMF<span class="s4">-</span>T serta kuesioner yang mengevaluasi faktor eksternal seperti pengaruh orang tua, teman sebaya, dan iklan rokok. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk tabel dan analisis bivariat menggunakan uji <em>Mann</em><span class="s4"><em>-</em></span><em>Whitney</em>. Didapatkan bahwa siswa perokok memiliki tingkat keparahan karies yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa non perokok. Sebanyak 13 siswa (19,12%) perokok mengalami karies gigi tingkat sangat tinggi, sedangkan siswa non perokok 34 siswa tingkat karies giginya 0. Disimpulkan bahwa karies gigi pada perilaku perokok lebih tinggi dan penyebab utama oleh pengaruh dari teman sebaya.</p>Sabrina Arifah AdrianiYulia RahmadOkmes Fadriyanti
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143347352Prevalence of chronic gingivitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/723
<p class="p1">Gingivitis adalah salah satu penyakit mulut yang umum, memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Diperlukan upaya edukatif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja, dalam mencegah gingivitis. Penelitian observasi ini menggunakan metodologi <em>cross-sectional</em>, menunjukkan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 (16,4%). Dari total 49 kasus, 71,5% merupakan pasien perempuan. Berdasarkan usia, sebagian besar pasien yang mengalami gingivitis berada dalam rentang usia 19-40 tahun (63,3%). Kondisi ini menunjukkan status hormon pada perempuan dapat memengaruhi kondisi gingiva. Disimpulkan bahwa kasus gingivitis di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan dan berdasarkan usia paling banyak pada rentang 19-40 tahun.</p>Kadek Arista Dwiputra SujanaI Wayan Agus Wirya PratamaNi Wayan Adi Kusumadewi
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143353355Prevalence of pulp necrosis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/724
<p class="p1">Karies yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kematian jaringan pulpa atau nekrosis pulpa. Tindakan promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk mengurangi terjadinya kasus ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sektor kesehatan gigi dan mulut. Penelitian observasi ini menggunakan metode <em>cross</em><span class="s3"><em>-</em></span><em>sectional</em>; menunjukan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 sebesar 20,5%. Dari total 105 kasus, 60% merupakan pasien perempuan dan 40% laki-laki. Perbandingan ini menunjukan bahwa perempuan lebih sering menderita nekrosis pulpa, yang dapat dikorelasikan dengan kecenderungan perempuan memiliki kebiasaan <em>snacking</em> sehingga menderita karies yang akan bertambah parah menjadi nekrosis pulpa. Disimpulkan bahwa kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan yang berkaitan dengan kebiasaan <em>snacking </em>pada perempuan yang meningkatkan resiko terjangkitnya karies</p>I Nyoman Anugerah Purna WijayanaI Wayan Agus Wirya PratamaNi Wayan Adi KusumadewiI Gede Pandu Palguna
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143356357Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/725
<p class="p1"><em>Burning mouth syndrome</em> (BMS), atau <em>glossopyrosis</em>, adalah kondisi sensasi rasa terbakar atau nyeri pada beberapa daerah di rongga mulut<span class="s3">,</span> khususnya lidah, tanpa perubahan pada permukaan jaringan mulut. Data menunjukkan penderita BMS tidak ditangani dengan baik sehingga perlu ditekankan pentingnya upaya pendidikan untuk edukasi klinis tentang BMS kepada praktisi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terkait BMS. Penelitian deskriptif analitik desain <em>cross sectional </em>menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yaitu 74,2% responden menunjukkan pengetahuan yang baik tentang BMS menunjukkan motivasi belajar setelah menyelesaikan <em>Clinical Readiness Program</em>. Disimpulkan bahwa mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan tentang BMS dengan baik namun penelitian lebih lanjut diperlukan terutama pada mahasiwa FKG tingkat dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang BMS.</p>Nur Asmi UsmanSalsa FebriantiAnggun MaulianaErni MarlinaIsrayaniHarlinaAli Yusran
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143358361Prevalence of dental caries based on gender at Puskesmas Kerambitan II, Tabanan Bali, during the period October 2024-March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/726
<p class="p1">Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi masih rendah. Berdasarkan data registrasi di Puskesmas Kerambitan II periode Oktober 2024-Maret 2025, kasus karies dentin menempati urutan keempat dari sepuluh besar penyakit terbanyak di poli. Penelitian deskriptif berupa laporan kasus epidemiologi selama 6 bulan dari Oktober 2024 sampai Maret 2025, dilaksanakan pada April 2025 dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kerambitan II. Populasi adalah seluruh pasien yang memeriksakan gigi dan mulutnya di Poli Gigi, dan sampel adalah seluruh pasien yang menderitas karies. Prevalensi jumlah karies gigi antara laki-laki dan perempuan didapatkan hasil bahwa karies lebih banyak terjadi pada perempuan. Terbanyak pada Oktober 2024 sebanyak 13 perempuan (61,90%). Disimpulkan bahwa berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa karies gigi lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan.</p>Made Ayu Imas PradnyanandiniI Wayan Agus Wirya PratamaNi Putu Ary Wahyu Suryani
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143362364Co-design approach in developing oral health applications for school age children
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/727
<p class="p1">Promosi kesehatan mulut pada anak usia sekolah memerlukan strategi inovatif dan menarik untuk mengatasi tantangan yang persisten seperti karies gigi dan kebiasaan higiene yang buruk. Metode <em>co-design</em> menekankan keterlibatan aktif pengguna akhir, yaitu anak-anak, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan, dalam mengembangkan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks mereka. Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan <em>co</em><span class="s4"><em>-</em></span><em>design</em> dalam mengembangkan aplikasi kesehatan digital berbasis sekolah untuk meningkatkan perilaku kesehatan mulut pada anak. Dilakukan tinjauan naratif untuk menganalisis pustaka tentang praktik <em>co-design</em> dalam kesehatan gigi digital, dengan fokus pada aplikasi untuk populasi usia sekolah. Bukti menunjukkan bahwa <em>co-design</em> meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target. Aplikasi yang dikembangkan melalui <em>co-design</em> menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, peningkatan pengetahuan kesehatan mulut, dan kepatuhan yang lebih baik terhadap perilaku pencegahan di kalangan anak sekolah. Disimpulkan bahwa <em>co-design</em> meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target.</p>Ivana AbigaylRisqa Rina DarwitaMelissa Adiatman
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143365369Prevalence of chronic periodontitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, January 2024 to March 2025
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/728
<p class="p1">Penyakit periodontal di Indonesia memiliki angka kejadian kasus sebesar 96,58%, salah satunya adalah periodontitis yang berkembang cepat dan memengaruhi sekitar 10,5-12% dari populasi di dunia. Penyakit periodontitis kronis merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi kasus periodontitis kronis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, dengan menggunakan desain <em>cross-sectional</em>. Data berupa catatan kunjungan pasien dari Januari 2024 hingga Maret 2025, yang mencakup 266 pasien yang terdiagnosis periodontitis kronis yang menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih dominan dengan prevalensi 56%. Berdasarkan usia, kelompok usia 61<span class="s5">-</span>65 tahun memiliki jumlah kunjungan terbanyak (29,32%). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran kesehatan gigi yang memengaruhi tingginya angka kejadian periodontitis. Untuk pencegahan dan pengobatan, disarankan perawatan seperti scaling, root planing, serta prosedur bedah jika diperlukan.</p>Ni Putu Acintya JanmastamiI Wayan Agus Wirya PratamaNi Wayan Adi Kusumadewi
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143370372Phthisis bulbi customized ocular prosthesis with digital photography technique for aesthetic iris
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/729
<p class="p1"><em>Phthisis</em> <em>bulbi</em> adalah kondisi mata yang disebabkan oleh penyembuhan luka akibat trauma parah, peradangan, atau tumor nekrosis. Kecacatan yang berhubungan dengan mata dapat menyebabkan gangguan fisik dan emosi yang signifikan. Laporan kasus ini menjelaskan rehabilitasi prostetik pada penderita <em>phthisis bulbi</em> menggunakan teknik digital fotografi sederhana untuk pembuatan iris sehingga memberikan hasil yang estetik dan memuaskan. Perempuan 23 tahun diagnosis mata kiri atrofi bulbi/<em>phthisis </em><em>bulbi</em> dirujuk ke RSGMP Unhas untuk dibuatkan prostesis okular. Setelah pencetakan anatomis mata, dilanjutkan dengan tahap laboratoris, pembuatan pola lilin dan cangkang sklera akrilik yang diikuti <em>try in </em>pada pasien, pembuatan iris dengan teknik fotografi dan insersi prostesis okular. Disimpulkan bahwa pembuatan iris dengan teknik digital fotografi dapat menghasilkan prostesis okular yang estetik dan lebih menghemat waktu daripada teknik konvensional.</p>Orbadewo Atma SaktinegaraIrfan DammarEri Hendra Jubhari
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143373376Gingivectomy and gingivoplasty surgery in cases of inflammatory gingival enlargement
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/730
<p class="p1"><em>Gingival</em> <em>enlargement</em> dapat diakibatkan oleh akumulasi plak sehingga memicu inflamasi pada gingiva yang mengganggu estetika dan menyulitkan pembersihan. Penyakit ini perlu ditangani sedini mungkin dengan gingivektomi dan gingivoplasti. Artikel ini memaparkan prosedur gingivektomi dan gingivoplasti pada pasien <em>gingival</em> <em>enlargement</em> disertai <em>oral</em> <em>hygiene</em> buruk<span class="s4">.</span> Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke RSGM Unimus mengeluhkan gusi anterior terlihat besar, dan berdarah saat menyikat gigi. Pemeriksaan klinis tampak gingiva membulat, kemerahan, tekstur <em>unstippling</em>, konsistensi lunak, tidak ada resesi, BOP (+) pada gigi tertentu, dan mobilitas derajat 0. Radiografi panoramik tidak terlihat resorbsi tulang. Dilakukan gingivektomi konvensional <span class="s5">dan</span> <span class="s5">gingivoplasti</span> <span class="s5">gigi</span> <span class="s5">12,</span> <span class="s5">11,</span> <span class="s5">21,</span> <span class="s5">22,</span> <span class="s5">42.</span> <span class="s5">Pada</span> <span class="s5">k</span>ontrol 2 minggu <em>postoperative</em> tampak gingiva sudah tidak meradang dengan kondisi margin gingiva yang mengikuti kontur gigi, serta terdapat perbedaan sebelum dan sesudah gingivektomi. Tidak ada keluhan <span class="s7">ataupun rasa sakit yang dialami pasien. Disimpulkan bahwa</span> prosedur gingivektomi memberikan hasil yang memuaskan bagi pasien baik secara estetik maupun secara medis.</p>Steffi Triany ArnovFarah Kanza NabilaMutia Nurul FauziahJulian Pratama
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143377380The use of hybrid prosthesis with precision attachment in the management of free end partial tooth loss
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/731
<p class="p1">Perawatan kasus edentulus sebagian memerlukan perhatian khusus terhadap prinsip desain dan estetika. <em>Hybrid</em> <em>prosthesis</em> dengan <em>precision</em> <em>attachment</em> telah menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi kasus gigi tiruan cekat dengan <em>free-end</em>. Artikel ini menggambarkan penggunaan <em>hybrid</em> <em>prosthesis</em> dengan <em>precision</em> <em>attachment</em> dalam mengatasi kasus edentulus sebagian kompleks. Seorang wanita berusia 56 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan hilangnya beberapa gigi di rahang atas dan bawah, serta ada gigi yang goyah. Hasil rehabilitasi mulut lengkap ini melibatkan penggunaan <em>hybrid prosthe</em><em>sis</em> dengan <em>precision</em> <em>attachment</em> pada RA, serta pemasangan gigi tiruan kerangka logam pada RB untuk koreksi estetika. Disimpulkan bahwa penggunaan <em>precision</em> <em>attachment</em> pada <em>hybrid</em> <em>prosthesis</em> memberikan banyak manfaat, meskipun membutuhkan tahapan klinis dan teknologi yang tepat, serta pengetahuan dan keterampilan yang baik bagi operator dan teknisi laboratorium.</p>Nur RahmahRifaat NurrahmaEri Hendra JubhariSyakhrul Affandhy
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143381383Management of generalized gingivitis associated with malnutrition
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/732
<p class="p1">Malnutrisi didefinisikan sebagai asupan makronutrien, mikronutrien, atau keduanya yang tidak mencukupi, tidak seimbang, atau berlebihan. Malnutrisi tidak menyebabkan, tetapi meningkatkan risiko terjadinya dan mempercepat perkembangan penyakit periodontal. Kajian ini mengamati perubahan periodonsium pada anak malnutrisi setelah perawatan. Seorang anak laki-laki datang ke RSGM Unhas setelah dirujuk dari sebuah rumah sakit, dengan keluhan gusi bengkak, warna merah terang, mudah berdarah terutama ketika makan dan sikat gigi. Pasien cenderung makan lunak, lahir dengan riwayat berat bayi lahir rendah, sering demam, tidak ada riwayat kejang dan alergi obat. Diperiksa, berat badan 17 kg, dan tampak pucat. Intra oral, OH buruk, <em>gingival</em> <em>en</em><em>largement</em>, warna merah terang dan mudah berdarah. Pemeriksaan laboratorium dan konsultasi ke dokter anak tidak didapatkan kelainan darah dan penyakit sistemik, diresepkan multivitamin. Setelah dilakukan satu kali DHE, skeling manual supragingiva oleh dokter gigi terjadi perbaikan pada gingiva, pasien juga sudah mulai bisa makan makanan yang lebih padat. Disimpulkan bahwa perbaikan nutrisi dan eliminasi faktor plak dan kalkulus efektif untuk menangani <em>generalized gingivitis</em> yang dipengaruhi faktor malnutrisi.</p>Aliya SyaikahEn NadiaAS Permatasari
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143384388Occlusal splint combined selective grinding on postural balance of patients with signs and symptoms of temporomandibular disorder
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/733
<p class="p1">Gangguan temporomandibula (TMD) adalah istilah kolektif untuk sekelompok kondisi muskuloskeletal yang melibatkan nyeri dan atau disfungsi pada otot pengunyahan, sendi temporomandibula (STM) dan struktur terkait. Splint oklusal (SO) secara rutin digunakan di klinik gigi untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan sistem pengunyahan. Keseimbangan oklusal dengan SO yang dilakukan pada pasien dan dilakukan <em>selective</em> <em>grinding</em> karena diperkirakan bahwa ruang interoklusal antara permukaan oklusal atas dan bawah akan diperbaiki dengan <em>selective</em> <em>grinding</em>. Artikel ini memberi informasi tatalaksana pasien dengan SO kombinasi <em>selective</em> <em>grinding</em> terhadap keseimbangan postural pasien dengan tanda dan gejala GTM. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke Bagian Prostodonsi RSGM Universitas Hasanuddin dengan keluhan utama nyeri pada STM kiri. Disimpulkan bahwa pengobatan konservatif termasuk konseling, <em>selective grinding</em>, SO, terapi manual dan lain-lain harus dipertimbangkan sebagai terapi pilihan pertama untuk nyeri GTM karena rendahnya risiko efek samping. Dalam kasus nyeri akut yang parah atau nyeri kronis akibat gangguan serius, peradangan atau degenerasi farmakoterapi, prosedur invasif minimal dan invasif harus dipertimbangkan.</p>Ibnu RusydMohammad Dharma Utama
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143389391Interprofessional collaboration in aesthetic correction rehabilitation
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/734
<p class="p1">Kerjasama tim antar profesi sangat dibutuhkan dalam melakukan suatu tindakan medik agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Pada laporan kasus ini dibahas tentang kerjasama tim di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendididikan Universitas Hasanuddin dalam merehabilitasi suatu kasus yang membutuhkan layanan antar profesi yang saling bekerjasama. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Klinik Prostodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin dirujuk dari Departemen Pedodonsia yang telah melakukan perawatan saluran akar akibat gigi depan rahang atas yang fraktur karena kecelakaan lalu lintas. Dilakukan pembuatan mahkota pasak pada gigi 12 fraktur dan <em>veneer</em> bagian anterior rahang atas untuk memperbaiki rotasi dan estetik. Disimpulkan bahwa perawatan dengan pendekatan kerjasama antar profesi dalam merehabilitasi kasus yang membutuhkan koreksi estetik berhasil dilakukan dan pasien merasa puas.</p>Nurul Safira MaulidaRisnawatiAstri Al HutamiMohammad Dharma UtamaEdy Machmud
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143392394Rehabilitation using immediate dentures on teeth with periodontal abnormalities
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/735
<p class="p1">Kehilangan gigi dapat memengaruhi estetik, fungsi, pisikologi dan kondisi sosial pada pasien, terutama pada gigi depan. Hal ini dapat dicegah dengan rehabilitasi prostetik <em>immediate denture</em> untuk menghindari fase kehilangan gigi. Artikel ini melaporkan keberhasilan <em>immediate denture </em>rahang bawah pada kasus pencabutan gigi akibat kelainan periodontal dalam rangka mempertahankan fungsi dan estetik pada pasien. Pemeriksaan klinis menujukkan kehilangan gigi 31,34,35,36,37,38,43,44,45,46,48 disertai resorpsi parah <em>alveolar</em> <em>ridge</em>. Pencabutan dilakukan pada gigi 33, 32, 41, 42 setelah gigi tiruan dibuat. Disimpulkan bahwa perawatan <em>immediate denture</em> rahang bawah dapat mempertahankan fungsi, estetik pasien dengan kasus pencabutan gigi yang disebabkan oleh kelainan periodontal.</p>Muh. Ichram Arief HidayatMuhammad IkbalEri Hendra Jubhari
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143395398Effects of myofunctional appliance in children with sleep-disordered breathing
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/736
<p class="p1">Beberapa gangguan pernapasan saat tidur adalah <em>sleep-disordered breathing</em> (SDB), <em>upper airway resistance syndrome</em>, dan <em>sleep</em> <em>apnea</em> <em>obstructive</em>. Terapi <em>myofunctional</em> melibatkan latihan yang dirancang meningkatkan koordinasi, kekuatan, dan kontrol otot orofasial. Tinjauan ini disusun sesuai PRISMA dan disesuaikan dengan pedoman jurnal. Penelitian ini menunjukkan terapi <em>myofunctional</em> menjadi pendekatan non-bedah yang efektif dalam mengelola <em>sleep-disordered breathing</em> pada anak. Melalui latihan otot-otot orofasial, terapi ini berpotensi mengurangi keparahan gejala SDB dan meningkatkan kualitas tidur anak. Terapi <em>myofunctional</em> tidak hanya membantu mengatasi obstruksi saluran napas yang disebabkan oleh pembesaran adenoid atau tonsil, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan fungsi orofasial secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa pendekatan holistik dalam pengelolaan SDB dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode tradisional seperti penggunaan <em>continuous positive airway pressure</em> atau intervensi bedah.</p>Ardianysah S PawinruMuh. Chaerul Gunawan
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143399402Oral gymnastics as orthodontics interseptive treatments
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/737
<p class="p1">Latihan miofungsional orofasial merupakan latihan otot wajah dan bibir yang berperan dalam fungsi orofacial seperti berbicara, mengunyah, dan menelan. Perawatan ortodontik interseptif dilakukan untuk mengurangi keparahan maloklusi, memperbaiki kontur wajah dan meningkatkan kepercayaan diri, menghilangkan kebiasaan buruk, mendorong erupsi gigi normal, dan memperbaiki pola pertumbuhan. Artikel ini menginformasikan bahwa latihan mulut dan orofasial membantu mengurangi keparahan maloklusi, mengontrol kebiasaan mulut yang tidak sehat, dan meningkatkan otot serta kemampuan berbicara sekaligus menjaga keharmonisan fungsi orofasial. Disimpulkan bahwa latihan miofungsional orofasial adalah latihan yang berkaitan dengan otot-otot wajah dan bibir yang berperan dalam fungsi orofasial seperti berbicara, mengunyah, dan menelan, dan dapat membantu mengurangi keparahan maloklusi gigi jika dilakukan sejak dini sebagai bagian dari perawatan ortodontik.</p>Khusnul Fatimah AzzahraWiwik Elnangti Wijaya
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143403406Potential of Stichopus hermanni as a scaffold material in dental tissue engineering
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/738
<p class="p1">Artikel ini mengevaluasi <em>Stichopus</em> <em>hermanni</em> sebagai <em>scaffold</em> untuk rekayasa jaringan gigi, dengan fokus pada biokompatibilitas, osteogenesis, angiogenesis, dan imunomodulasi. Dilakukan pencarian pustaka secara sistematis dilakukan melalui <em>PubMed/</em><em>MEDLINE,</em> <em>Scopus,</em> <em>ScienceDirect,</em> <em>Google Scholar</em>, dan basis data nasional. Studi dipilih menggunakan kerangka PICOS, mencakup penelitian <em>in</em> <em>vitro</em> dan <em>in vivo</em>. Hasilnya <em>scaffold</em> berbasis <em>S.hermanni</em>, baik sendiri maupun dikombinasi dengan hidroksiapatit atau kitosan, menunjukkan biokompatibilitas tinggi, non toksik, peningkatan <em>marker</em> osteogenik (CD44, IL-10, osteokalsin, bFGF), angiogenesis, dan pembentukan tulang anyaman. <em>Scaffold</em> ini juga menurunkan aktivitas osteoklas melalui efek imunomodulasi. Disimpulkan bahwa <em>S.hermanni</em> berpotensi kuat sebagai biomaterial <em>scaffold</em> dalam rekayasa jaringan gigi, mendukung regenerasi jaringan keras dan lunak dengan aman dan efektif.</p>Asmawati AminAlqarama Mahardhika ThalibBahruddin TalibMuhammad Fadil FauzanEser Suryanti Sambara
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143407410Extraction of keratinase enzyme from marine Actinomycetes and its antibacterial againts S.aureus
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/739
<p class="p1"><em>Staphylococcus</em> <em>aureus</em> merupakan patogen penting yang sering dikaitkan dengan infeksi serius dan resistensi antibiotik. Dalam upaya mencari alternatif pengobatan, <em>Actinomycetes</em> laut menjadi sumber potensial karena kemampuannya menghasilkan enzim bioaktif, salah satunya keratinase. Selain fungsinya dalam degradasi keratin, enzim ini juga diketahui memiliki potensi sebagai agen antibakteri<strong>.</strong> Artikel ini mengeksplorasi ekstraksi enzim keratinase dari isolat <em>Actinomycetes</em> laut serta menguji potensi aktivitas antibakterinya terhadap <em>S.aureus</em>, sebagai langkah awal dalam pemanfaatan bioteknologi laut untuk keperluan medis dan farmasi. <em>Systematic</em> <em>review</em> ini disusun berdasarkan pedoman <em>Preferred</em> <em>Reporting</em> <em>Items</em> <em>for</em> <em>Systematic</em> <em>Reviews</em> <em>and</em> <em>Meta-Ana</em><em>lyses </em>(PRISMA). Hasil pencarian awal sebanyak 135 artikel kemudian dieksklusikan dan diperoleh 4 artikel yang menunjukkan bahwa <em>Actinomycetes</em> laut berpotensi antibakteri terhadap <em>S.aureus</em>. Disimpulkan bahwa ekstraksi enzim keratinase dari <em>Actinomycetes</em> laut menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap <em>S.aureus</em> yang berarti potensi keratinase sebagai agen alternatif untuk mengatasi infeksi bakteri gram positif, terutama di tengah meningkatnya resistensi terhadap antibiotik.</p>rene Edith RieuwpassaAmraida Khusnul KhatimahMuh. Chaerul GunawanLalu Novan MaulanaFadhlan Isnan MakkawaruSalsabyila Wahyuni SaZalzabila M. Amin
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143411414Relation of dental caries with the risk of barodontalgia among professional divers
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/740
<p class="p1">Barodontalgia adalah rasa sakit pada gigi yang dipicu oleh perubahan tekanan udara saat menyelam, dan merupakan keluhan yang umum di kalangan penyelam profesional. Salah satu faktor risiko utama terjadinya barodontalgia adalah kondisi gigi yang kurang sehat, terutama karies aktif atau restorasi yang tidak sempurna. Artikel ini secara sistematis mengulas bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara karies gigi dan risiko barodontalgia pada penyelam profesional. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect<strong>. </strong>Prevalensi barodontalgia pada penyelam 10,8-56,1%, umumnya disebabkan oleh karies dan restorasi bocor. Disimpulkan bahwa skrining dan perawatan gigi yang menyeluruh perlu menjadi bagian dari protokol medis sebelum penyelaman untuk meminimalkan risiko nyeri gigi dan meningkatkan keselamatan penyelam.</p>Reviana Anggreini NingrumM. Aidil Sultan HerdiansyahFatimah AzzahraMuhammad Akira Takashi Dharma
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143415418Prosthodontic rehabilitation of an edentulous maxilla opposing natural mandibular teeth: a preventive approach to Kelly’s Syndrome
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/741
<p class="p1">Rehabilitasi rahang atas yang edentulus yang berkontak dengan gigi rahang bawah alami menimbulkan tantangan prostodontik unik akibat distribusi beban yang tidak merata. Jika tidak dikelola dengan baik, ketidakseimbangan biomekanik ini dapat menyebabkan Sindrom Kelly. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin dengan keluhan utama sulit mengunyah dan penurunan kepercayaan diri akibat kehilangan banyak gigi tetapi belum pernah menggunakan gigi tiruan. Pemeriksaan intraoral<span class="s4">,</span> RA edentulus totalis dan kehilangan gigi posterior pada RB, tersisa 33, 32, 31, 41, 42, 43. Tulang alveolar RB bagian posterior relatif datar, dan pembesaran tuberositas maksila Pasien tidak melaporkan penyakit sistemik yang relevan. Pasien mencari rehabilitasi prostetik untuk memulihkan fungsi mengunyah dan meningkatkan estetika. Disimpulkan bahwa kombinasi kerangka logam, cetakan fungsional melalui teknik cetakan yang dimodifikasi, dan oklusi lingual yang dirancang dengan cermat secara bersama-sama memberikan dukungan jaringan optimal, stabilitas, dan distribusi beban, serta pencegahan terhadap perkembangan Sindrom Kelly.</p>Ian Afifah SudarmanSiti Magfirah Ali PolanunuMuhammad IkbalEri Hendra Jubhari
Copyright (c) 0 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143419422Potential of marine algae polysaccharides as bioactive agents in dental polymers
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/742
<p class="p1">Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan biomaterial alami dalam kedokteran gigi meningkat pesat karena tingginya permintaan akan bahan yang bioaktif, biokompatibel, dan ramah lingkungan. Salah satu sumber menjanjikan adalah polisakarida dari alga laut. Polisakarida seperti alginat, fucoidan, karagenan, ulvan, dan agarosa memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, dan sifat bioadesif, sehingga relevan untuk aplikasi kedokteran gigi. Artikel ini meninjau potensi polisakarida alga sebagai bahan dasar polimer bioaktif. Aplikasinya mencakup <em>scaffold</em> regeneratif, bahan pengisi saluran akar, dan <em>membran</em> <em>guided</em> <em>tissue</em> <em>regeneration.</em> Polisakarida alga menunjukkan biokompatibilitas serta mendukung regenerasi jaringan dan efektivitas terapeutik dalam perawatan oral. Untuk memastikan kualitas dan efektivitas klinis yang konsisten, dibutuhkan studi <em>in vivo</em> dan klinis lebih lanjut, serta pengembangan metode ekstraksi dan modifikasi kimia yang terstandarisasi.</p>Erika RamadhaniYusnita DamayantiShohwah ZakiyahLenni Indriani
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143423428Recent developments in root canal treatment techniques in dental conservation
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/743
<p class="p1">Perawatan saluran akar (PSA) merupakan prosedur penting dalam konservasi untuk mempertahankannya gigi yang mengalami infeksi atau kerusakan pulpa. Artikel ini mengkaji perkembangan terkini teknik PSA, dengan fokus pada publikasi lima tahun terakhir. Kajian sistematis ini berbasis data elektronik dengan kata kunci yang relevan. Hasil menampakkan kemajuan pesat dalam instrumen rotari, teknik preparasi minimal invasif, sistem irigasi, bahan obturasi, dan pendekatan regeneratif. Teknologi pencitraan seperti CBCT dan mikroskop operasi juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keberhasilan perawatan. Disimpulkan bahwa teknik-teknik terbaru PSA telah meningkatkan efisiensi, akurasi, dan tingkat keberhasilan perawatan, meskipun masih diperlukan penelitian jangka panjang untuk memvalidasi efektivitasnya secara komprehensif.</p>Made Mega Indah PurnamawatiMaya Sari DewiI Gusti Agung Ayu Hartini
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143429432Benefits and challenges of presurgical nasoalveolar molding placement for a unilateral cleft lip and palate a case series
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/744
<p class="p1"><em>Pre-surgical</em> <em>nasoalveolar</em> <em>molding</em> (PNAM) telah diterapkan untuk membentuk ulang struktur hidung yang terbelah<span class="s3">,</span> memudahkan intervensi bedah, dan mengurangi keparahan serta tegangan pada celah. Artikel ini memaparkan tiga kasus penderita celah bibir dan lelangit unilateral (UCLP) yang menjalani PNAM sebelum operasi, yang beragam kasus celah dan karakteristik pasien, yang membantu dalam pengelolaan celah hidung dan hasilnya berbasis bukti yang lebih kuat. Tantangan utama dalam terapi PNAM adalah memastikan kepatuhan pasien dan pengasuh keluarga terhadap pengobatan, mengingat pasien muda harus beradaptasi dengan pemasangan dan aktivasi perangkat. Pengawasan juga memerlukan kunjungan rutin dan berulang yang dapat memakan waktu dan menimbulkan tekanan psikologis akibat menyaksikan adaptasi pasien terhadap pemasangan. Disimpulkan bahwa perawatan PNAM mengurangi lebar celah alveolar. Perawatan ini meningkatkan simetri hidung dengan mengubah sudut kolumela, mempertahankan lebar alar, memperpanjang tinggi lubang hidung pada sisi yang terkena, dan meningkatkan panjang kolumela. Kerjasama antara pasien, pengasuh keluarga, dan tim medis sangat penting untuk hasil yang lebih baik.</p>Rifaat NurrahmaNur RahmahAndi Sri PermatasariIan Afifah SudarmanIta Purnama Alwi
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143433437Non-pharmacological: new approaches to get painless local anaesthesia for paediatric dentistry
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/745
<p class="p1">Manajemen nyeri tetap menjadi prioritas utama bagi dokter gigi termasuk perawatan pasien anak. Penyuntikan anestesi lokal tetap menjadi salah satu prosedur yang paling ditakuti dalam kedokteran gigi anak. Kedokteran gigi anak sebagai sebuah profesi mengalami banyak perubahan karena kemajuan teknologi, bahan, dan pengetahuan penyakit. Pendekatan nonfarmakologi yang lebih baru telah dikembangkan untuk memberikan suntikan yang hampir tidak menimbulkan rasa sakit. Artikel ini merangkum kemajuan terbaru dalam teknik anestesi lokal nonfarmakologi. Disimpulkan bahwa anestesi lokal yang efektif dan bebas rasa sakit sangat penting untuk mengembangkan sikap yang positif dan menjaga kesehatan anak dengan baik hubungan dokter gigi.</p>Nurasisa LestariAndi Sri Permatasari
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143438444Management of bi-maxillary protrusion with temporary anchorage device
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/746
<p class="p1">Bimaxillary protrusion (BMP) merupakan maloklusi yang ditandai dengan proklinasi gigi insisivus atas dan bawah serta peningkatan kemiringan bibir yang menyebabkan profil wajah cembung dan ketidakseimbangan estetika. Artikel ini membahas peran <em>temporary</em> <em>anchorage</em> <em>devices</em> (TAD) sebagai penjangkar alternatif absolut dalam penatalaksanaan ortodontik BMP, khususnya pada kasus berat. Kajian dilakukan berdasarkan berbagai pustaka ilmiah serta laporan kasus yang relevan yang disusun sesuai PRISMA. Studi menunjukkan bahwa TAD lebih efektif dibandingkan alat penjangkar konvensional seperti <em>headgear</em> dalam mempertahankan kestabilan molar dan menghasilkan perubahan skeletal, dental, serta jaringan lunak yang lebih baik. Disimpulkan bahwa TAD merupakan solusi modern pada ortodontik yang mampu menjawab tantangan retraksi gigi anterior tanpa kehilangan penjangkaran posterior dan menjadi standar baru dalam penatalaksanaan BMP.</p>Ardianysah S PawinruA. Arigoh Asjad
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143445448The role of dental sleep medicine for treating sleep disordered breathing
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/747
<p class="p1"><em>Dental</em> <em>sleep</em> <em>medicine</em> (DSM) merupakan bagian dalam kedokteran gigi, yang secara umum berfokus pada perawatan menggunakan <em>oral appliance</em> (OA) pada pasien <em>sleep</em> <em>disordered</em> <em>breathing</em> (SDB) yaitu seperti mendengkur dan <em>obstructive sleep ap</em><em>nea</em> (OSA). Nyeri orofasial, <em>xerostomia</em>, hipersalivasi, refluks gastroesofageal, dan <em>bruxism </em>juga termasuk dalam SDB terkait gigi. DSM mencakup kondisi yang berasal dari gigi, mulut, struktur wajah dan sendi temporomandibula serta hal-hal yang memengaruhi kualitas dan atau kuantitas tidur. OA atau <em>mandibular</em> <em>advancement</em> <em>device</em> efektif untuk perawatan SDB karena kooperatif dan variasi individu dalam penggunaannya dapat menentukan keberhasilan perawatan. Kajian ini meninjau serta memberikan gambaran secara komperehensif peran DSM untuk perawatan pada kasus SDB. Disimpulkan bahwa DSM seperti OA atau MAD yang digunakan pada pasien kooperatif merupakan perawatan yang efektif untuk kasus SDB.</p>Levina SisfiantiEka Erwansyah
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143449452Advanced management of separated root canal instruments in mandibular molars: bypass technique combined with diode laser irrigation
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/748
<p class="p1">Teknik <em>bypass</em> memungkinkan pembersihan dan pembentukan saluran akar yang optimal di sekitar alat yang patah, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGMP Unhas dengan keluhan benjolan pada gusi posterior kanan bawah dan telah menjalani perawatan saluran akar tetapi belum selesai. Pemeriksaan intraoral gigi 46 menunjukkan tes vitalitas (-), perkusi (-), dan palpasi (-) dengan fistula diameter 3 mm di sisi lingual. Pemeriksaan radiografi alat yang patah disertai pelebaran ligamen periodontal pada ? apikal saluran akar mesial. Diagnosis awal adalah terapi yang belum selesai disertai abses apikal kronis. Pasien dijadwalkan untuk perawatan endodontik menggunakan teknik <em>bypass</em>. Persiapan saluran akar menggunakan teknik <em>bypass</em> dengan <em>K-files</em> nomor 8 hingga 20, dilanjutkan dengan persiapan menggunakan <em>Protaper</em> <em>Gold</em> <em>F4</em> dan desinfeksi dengan NaOCl 5,25%, serta aktivasi menggunakan laser diode selama 20 detik dalam 3 siklus. Ca(OH)<span class="s1">2 </span>ditempatkan sebagai obat saluran akar selama dua minggu. Obturasi dilakukan menggunakan teknik kondensasi hidraulik dengan sealer biokeramik. Pasien tidak menunjukkan gejala dan terjadi perbaikan yang stabil. Pemantauan selama 3 bulan masih berlangsung. Disimpulkan bahwa penerapan teknik <em>bypass</em> yang cermat, didukung oleh laser diode, memberikan metode yang andal dan efektif untuk mengatasi tantangan alat endodontik yang patah.</p>Noor HikmahDian Bunga Lestari
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143453456Management of intruded primary teeth using computer-controlled local anesthetic delivery systems
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/749
<p class="p1">Intrusi adalah trauma paling umum pada anak<span class="s4">-</span>anak. Penanganan gigi susu yang terintrusi meliputi re-erupsi spontan atau ekstraksi. Laporan kasus ini menggambarkan pengelolaan gigi susu yang mengalami intrusi menggunakan sistem anestesi lokal yang dikendalikan komputer (CCLAD). Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun datang dengan gigi insisivus susu maksila yang mengalami intrusi setelah jatuh dari tangga sehari sebelumnya. Temuan klinis meliputi pembengkakan dan ulserasi pada bibir dan dagu, hematoma, dan ulserasi gusi. Fraktur Kelas IX Ellis tercatat pada gigi 51, 61, 62 dengan intrusi parah (derajat III), mobilitas ringan, dan fusi 61-62. Pencitraan panoramik menunjukkan agenesis pada gigi 22. Setelah satu minggu observasi untuk re-erupsi spontan, ekstraksi gigi 51, 61, dan 62 dilakukan karena risiko terhadap gigi permanen pengganti. Anestesi diberikan menggunakan teknik P-ASA (palatal-alveolar superior anterior) dengan SleeperOne5 (CCLAD), meningkatkan kenyamanan dan mengurangi ketakutan pasien. Pemantauan selama 12 bulan tidak menunjukkan komplikasi. Disimpulkan bahwa SleeperOne5 sebagai CCLAD dengan pendekatan anestesi P-ASA merupakan alternatif yang berguna untuk mengelola gigi susu anterior yang intrusi secara multipel.</p>Andi Sri PermatasariSyakriani SyahrirYayah InayahWiwik Elnangti WijayaAdam Malik HamudengRifaat NurrahmaIta Purnama Alwi
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143457460Moisture content test of effervescent denture cleaner tablets made from 6.5% cocoa fruit peel (Theobroma cacao L.)
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/750
<p class="p1">Tablet <em>effervescent</em> adalah salah satu formula farmasi<span class="s3">;</span> merupakan campuran asam dan basa yang melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan buih ketika dilarutkan dalam air. Artikel ini membahas kadar air pembersih gigi tiruan berupa tablet <em>efferves</em><em>cent</em> dari ekstrak kulit buah kakao (<em>Theobroma</em> <em>cacao</em> <em>L.</em>) 6,5%. Penelitian <em>true experimental</em>, digunakan sampel 16 tablet <em>effer</em><em>vescent</em> menggunakan alat <em>moisture</em> <em>analyzer</em>. Uji perbandingan menunjukkan <em>p</em><span class="s3"><em>-</em></span><em>value</em> 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kadar air tablet <em>effervescent</em> KBK 6,5% dengan kadar air tablet <em>effervescent</em> alkalin peroksida. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar air tablet <em>effervescent</em> KBK dan <em>effervescent </em>alkalin peroksida tetapi sesuai syarat kadar air yang baik (? 10%).</p>Mohammad Dharma UtamaAndi Tenri BibaMaqfirah AmiruddinChusnul ChotimahTrias Anugerah Permita
Copyright (c) 2025 Makassar Dental Journal
2025-12-012025-12-01143461462Author Guideline
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/751
<p>Author Guideline</p>Makassar Dental Journal
Copyright (c) 0
2025-12-012025-12-01143